Artikel

Powder Soft Ice cream

Peluang usaha pondok pesantren dan sekolah

Peluang Usaha Fantastis Pondok Pesantren & Sekolah

“Tambah penghasilan bersama

 Minami Ice cream & drink”

Maju bersama, sejahtera bersama

Prolog

Diakui atau tidak, saat ini Pondok pesantren menjadi salah satu alternatif lembaga pendidikan yang sangat direkomendasikan. Perubahan kecenderungan social menjadikan orang tua memilih pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan alternative untuk anak-anaknya dimana di pondok pesantren ini anak – anak mendapatkan pendidikan ilmu agama dan duniawi.

Trend menyekolahkan anak di pesantren semakin meningkat, terlihat dari angka jumlah pesantren yang terus meningkat yaitu terdapat 26.975 pesantren per April 2022 (dataindonesia.id) dengan total mencapai 2.65juta santri.

Jumlah santri yang banyak di setiap pesantren menjadikan peluang usaha yang menjanjikan bagi pengelola pesantren yang dapat menaikan pendapatan pesantren dan meningkatkan kesejahteraan santri.

 

Peluang unit usaha pesantren

            Salah satu unit usaha yang dapat dikembangkan oleh pihak pesantren yaitu usaha minuman kekinian dan ice cream. Minuman dan ice cream sangat digemari oleh siapa pun terutama anak-anak. Rasanya yang manis, segar dan enak menjadikan usaha ini menjadi peluang yang besar dan dapat dijadikan salah satu sumber penghasilan pesantren

            Sebagai ilustrasi jika dalam pesantren terdapat 1000 santri, dan kita ambil 10% saja setiap hari yang membeli minuman atau ice cream, maka setiap bulan pihak pesantren akan mendapatkan keuntungan jutaan rupiah setiap bulannya. Dengan harga jual yang terjangkau dan produk yang disukai anak-anak, usaha minuman kekinian ini sangat bisa memberikan keuntungan dan menaikkan kesejahtraan pihak pesatren dan santri

Powder Soft Ice cream

Ini Dia Rahasia Membuat Thai Tea Yang Enak

Thai Tea, juga dikenal sebagai Cha Yen di Thailand, memiliki akar yang berhubungan dengan migrasi dan budaya Thailand yang kaya. Meskipun tidak ada catatan sejarah resmi, namun beberapa cerita dan legenda memberikan gambaran tentang asal mula minuman ini.

  1. Asal Usul Teh di Thailand: Teh pertama kali diperkenalkan di Thailand oleh pedagang Tiongkok dan imigran India pada abad ke-19. Mereka membawa biji teh dan pengetahuan tentang cara menyeduh teh.
  2. Pengaruh India: Sejak awal, Thailand telah memiliki pengaruh kuat dari budaya India. Teh Chai yang dikenal di India, yang melibatkan teh hitam dicampur dengan rempah-rempah dan susu, mungkin memberikan inspirasi untuk pengembangan Thai Tea.
  3. Penggunaan Bumbu-bumbu Lokal: Thai Tea menjadi unik karena penggunaan bumbu-bumbu khas Thailand seperti kayu manis, vanila, dan star anise. Rempah-rempah ini memberikan sentuhan eksotis dan cita rasa khas Thai Tea.
  4. Migrasi Orang Tionghoa: Seiring berjalannya waktu, masyarakat Tionghoa di Thailand juga memainkan peran penting dalam pengembangan Thai Tea. Mereka membawa tradisi minum teh Tiongkok dan memadukannya dengan bahan-bahan lokal.
  5. Pertumbuhan Popularitas: Thai Tea menjadi populer di kalangan masyarakat Thailand dan wisatawan pada abad ke-20. Keterjangkauan bahan-bahan membuat Thai Tea menjadi minuman yang terjangkau dan disukai oleh banyak kalangan.
  6. Ketika Thai Tea Menjadi Budaya Pop: Thai Tea tidak hanya menjadi minuman, tetapi juga bagian dari budaya populer Thailand. Pada 1980-an dan 1990-an, kios Thai Tea mulai muncul di seluruh Thailand, menyajikan minuman ini dalam berbagai bentuk dan variasi.
  7. Ekspansi Internasional: Pada abad ke-21, Thai Tea mulai menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia. Banyak restoran Thailand dan warung minuman di luar Thailand menyajikan Thai Tea sebagai bagian dari menu mereka.

Meskipun sejarah Thai Tea tidak memiliki tanggal pasti saat minuman ini pertama kali diciptakan, perkembangan dan perubahan rasa dari waktu ke waktu mencerminkan kekayaan sejarah dan budaya Thailand yang beragam.